Minggu, 07 Juli 2019

Ternyata Ini Arti Nama Anak Kedua Lee Jeong Hoon dan Moa Aiem

Sumber: google.co
Moa Aeim Istri yang merupakan presenter Lee Jeong Hoon melahirkan anak keduanya pada Jumat, 5 Juli 2019. Bayi mungil itu diberi nama Kyra Blair Lvy Lee.

Saat ditemui di RSIA Brawijaya, Cipete Utara, Jakarta Selatan pada Minggu (7/7), Moa menjelaskan apa arti dari nama anaknya itu.

"Kyra itu artinya terang ya. Kalau Blair itu artinya berkat. Kalau Lvy itu kesetiaan. Jadi ini karakter yang setia yang membawa terang dan kemakmuran dalam setiap ruang," jelas Moa.

Sekedar info, bagi Moa, ini merupakan kelahiran yang keempat. Karena sebelumnya, dirinya sudah pernah menikah dan akhirnya bercerai.

Maka dari itu, sudah empat kali melahirkan dirasa Moa santai saja dan bahkan sudah bisa memprediksikan soal pemberian nama.

"Ya mungkin karena anak keempat santai aja, jadi pas udah terakhir-terakhir ini cewek apa cowok ya. Feeling aku sih cewek. Jadi udah nyiapin nama itu," pungkasnya.




Sumber: akurat.co

Dikabarkan Hubungan Dengan Verrel Bramasta 'Kandas', Ini Jawaban Natasha Wilona

Sumber: google.com
Pesinetron cantic Natasha Wilona secara malu-malu mengakui hubungannya dengan Verrel Bramasta telah kandas di tengah jalan.

Hal itu diakuinya saat ditemui dalam acara syukuran film 'Aku Tahu Kapan Kamu Mati' di Metropolitan Mall Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Minggu (7/7).

"Iya (putus). Malu bicaranya," kata Natasha Wilona dengan nada yang cukup malu-malu.

Kendati sudah tak bersama, pasangan yang dipertemukan dalam sebuah sinetron Siapa Takut Jatuh Cinta tersebut mengatakan tetap berkomunikasi  baik dengan Verrel.

"Komunikasi dan silaturahmi (sama Verrel) masih lancar. Selama ini masih baik-baik saja," jelas Natasha Wilona.

Pasca putus dari Verrel, Natasha Wilona masih ingin menikmati kesendiriannya dalam berkarya.

"Cari pengganti? Emang ban. Aku berteman dengan semuanya kok," tandasnya.



Sumber: akurat.co

Lagi Hamil Muda, Wanita Asal Cianjur Gagal Berangkat Haji

Sumber: google.com
Neng Sarah Asep (25), yang merupakan Jemaah Calon Haji (Calhaj) asal Kabupaten Cianjur terpaksa gagal berangkat Haji. Hal itu disebabkan karena Neng Sarah tidak lolos saat tes kesehatan di Embarkasi Jakarta-Bekasi, Jalan Kemakmuran, Margajaya, Bekasi Timur.

Ketua Panitia Bidang Haji PPIH Jawa Barat, Yani Dwiyuli Setiani mengatakan, saat dilakukan pemeriksaan kesehatan, Neng Sarah sedang dalam masa mengandung sebelas minggu. Kondisi itu dinilai tidak aman.

"Dari keputusan bersama Menteri Agama dan Menteri Kesehatan menentukan batas usia kehamilan yang aman itu usia antara 14 pekan hingga 26 pekan. Di bawah angka itu ataupun melewati angka itu tidak diizinkan untuk berangkat Ibadah Haji," terang Yani, Senin (8/7).

Menurutnya, ketika diberikan penjelasan jika tidak bisa diberangkatkan. Namun Neng Sarah tetap bersikeras untuk tetap menjalankan ke tanah suci.

"Beliau menangis, cuma kita berikan penjelasan secara perlahan. Sebab jika dipaksakan maka berpotensi keguguran," lanjutnya.

Kemudian, Neng Sarah dijemput oleh suaminya untuk segera kembali ke Cianjur, Jawa Barat. PPIH Jawa Barat memastikan, Neng Sarah akan segera diberangkatkan pada tahun selanjutnya.



Sumber: akurat.co

BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami Gempa Magnitudo 7,0 di Ternate

Sumber: google.com
BMKG telah mencabut status tsunami akibat gempa yang terjadi di Maluku Utara dan sekitarnya.

“#Peringatan dini TSUNAMI yang disebabkan oleh gempa mag:7.0, tanggal: 07-Jul-19 22:08:42 WIB, dinyatakan telah berakhir#BMKG,”tulis akun BMKG di Twitter pada Minggu (7/7/2019).

Berdasarkan Informasi dari BMKG, gempa bumi terjadi pada pukul 22.08 WIB. Pusat gempa berada di laut dengan koordinat 0,50 LU-126,17 BT atau 136 kilometer arah barat daya Ternate.

Sebelumnya, Kepala Bagian Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Taufan Maulana telah mengimbau warga di Maluku Utara untuk menghindari pantai, setelah terjadi gempa bumi di wilayah tersebut pada Minggu malam.

"Kami imbau masyarakat tetap tenang namun waspada, sementara hindari daerah pantai," kata Taufan.

Dia membenarkan telah terjadi gempa bumi di wilayah Ternate, Maluku Utara, dengan kekuatan 7,1 dan hingga saat ini BMKG terus melakukan upaya pemantauan.

Menurut dia, Pusat Gempa Nasional BMKG sedang melakukan pantauan terhadap kenaikan terkait adanya potensi lebih lanjut.

"Tentunya kami segera mungkin berikan pembaharuan informasi terkait gempa di Ternate, Maluku Utara," ujarnya.



Sumber: akurat.co

BMKG: Waspada Tsunami, Hindari Daerah Pantai

Sumber: google.com
Kepala Bagian Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Taufan Maulana mengimbau kepada warga di wilayah Maluku Utara agar menghindari pantai, setelah terjadi gempa bumi di wilayah tersebut pada Minggu malam.

"Kami imbau masyarakat tetap tenang namun waspada, sementara hindari daerah pantai," kata Taufan saat memberikan pernyataan di Jakarta, Minggu (7/7/2019) malam.

Dia membenarkan kalau telah terjadi gempa bumi di wilayah Ternate, Maluku Utara, dengan kekuatan 7,1 dan hingga saat ini BMKG terus melakukan upaya pemantauan.

Menurut dia, Pusat Gempa Nasional BMKG sedang melakukan upaya pantauan terhadap kenaikan terkait adanya potensi lebih lanjut.

"Tentunya kami segera mungkin berikan pembaharuan informasi terkait gempa di Ternate, Maluku Utara," ujarnya.

Menurut dia, BMKG terus melakukan koordinasi dengan BMKG di daerah, pemerintah daerah, TNI-Polri, dan akan diinformasikan segera aktivitas yang signifikan dampak gempa di Maluku Utara tersebut.




Sumber: akurat.com