![]() |
| Sumber: Google |
Karena ada insiden ledakan petasan yang terjadi di Parkir
Timur Senayan saat debat Calon Presiden (Capres) putaran kedua di Hotel Sultan,
Jakarta Pusat jadi perhatian KPU.
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Wahyu Setiawan
menyatakan adanya usulan acara nonton bareng (nobar) di lokasi debat Pilpres
2019 ditiadakan.
Hal itu berkaca dari peristiwa ledakan petasan di Senayan
saat debat kedua beberapa hari yang lalu.
"Kita dari KPU mewacanakan, atas masukan dari TKN dan
BPN, kami rekomendasikan nobar pada saat yang difasilitasi itu, kami tiadakan untuk mengurangi risiko," kata
Wahyu Setiawan, di kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (20/2/2019).
Selain itu, Wahyu menyarankan agar kedua kubu masih bisa
menggelar nobar debat tersendiri. Namun, KPU juga masih mempertimbangkan hal
tersebut dengan aspek keamanan.
"Toh kenapa pertimbangan kita begitu. Bukan berarti kami
melarang nobar. Tidak ya, kami hanya meniadakan fasilitas nobar itu. Toh tanpa
fasilitasi nobar sama KPU, kelompok-kelompok masyarakat, TKN, BPN dan relawan
juga sudah melakukan nobar sendiri-sendiri bahkan sampai lapisan
terbawah," tuturnya.
Wahyu mengatakan, usulan itu diputuskan pada rapat
selanjutnya apakah tetap diperlukan ada nobar di dekat lokasi debat atau tidak.
"Kami akan mengkaji, dan kedua kubu masing-masing
mengkaji, sehingga pada pertemuan selanjutnya kami sudah putuskan,"
jelasnya.
Seperti diketahui, petasan meledak di Parkir Timur Senayan,
Jakarta Pusat, pada Minggu (17/2/2019) malam. Ledakan terjadi pada jarak yang
dekat yaitu 200 meter dari lokasi nobar debat Capres.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar